Dua Mimpi

Semalam, aku memimpikan kamu—lagi…

Ini kali kedua kamu hadir dalam mimpiku. Apakah aku begitu berharap melihatmu? Mendengar kabarmu? Atau hanya sekadar menyapamu? Bahkan, meskipun itu hanya lewat sebuah mimpi?

Kupikir, semua sudah baik-baik saja. Aku sudah melepas semuanya. Aku tidak akan lagi melihatmu. Aku tidak akan mulai menghubungimu. Namun, kenapa kamu justru hadir lagi kedalam mimpiku? Apakah hatiku masih saja terikat padamu?

Hatiku terasa sakit pagi ini ketika aku kembali mengingat tentang kamu yang hadir dalam mimpiku. Apakah kamu tak apa? Ataukah justru aku yang tidak baik-baik saja? Lalu, apa yang yang seharusnya aku pedulikan?

Aku telah berusaha menjadi normal. Membuang segala perasaan yang berkaitan tentangmu—yang hanya akan menyakitiku dan menambah dosaku. Lalu, kenapa aku masih saja bermimpi tentangmu? Kenapa aku, yang masih saja tak bisa melenyapkanmu? Padahal aku tahu kamu baik-baik saja. Kamu telah bahagia dengan segala takdirmu. Kenapa aku masih saja menyakiti hatiku sendiri dengan mengingat kehadiranmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s