Pagi, Hujan.

It’s Laziest Thursday…

Semalam entah jam berapa hujan mulai turun kembali setelah ba’da Isya’ turun dengan cukup deras. Antara rasa gerah dan dingin menjadi satu, menyelimuti tidurku semalam.

Menyebalkan!

Karena keringat yang keluar dari pari-pori justru membuat malam menjadi lebih dingin. Terlebih rasa ngilu di tulang membuat enggan untuk sekedar keluar menghirup udara yang masih berembun.

Meskipun Subuh tadi bulan purnama cukup mendominasi langit barat daya, sepuluh menit kemudian mendung kembali memonopoli sepanjang mata memandang.

Sekarang baru pukul 10, namun rasanya sudah seperti sore di musim penghujan. Padahal baru beberapa hari yang lalu suara serangga musim panas berhenti terdengar. Apakah hujan sudah akan kembali lagi menemani hari-hari yang membosankanku?

Siang sudah hampir datang, namun bahkan matahari masih saja belum bisa menyingkirkan awan kelabu yang menggelayut. Deretan gunung yang membentang di selatan ke barat bahkan kini juga tak lagi tampak. Kabut benar-benar menyembunyikan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s