Oh, Panas!!

Sudahkah musim kering sekarang?

Tanpa terasa, 2014 telah memasuki bulan keempatnya. Keringat terkadang mengucur di siang hari, padahal biasanya hawa dingin yang selalu menyerang tengkuk—membuat flu berkepanjangan. Berkeringat itu menyenangkan, mengingat tak ada kegiatan melelahkan yang bisa aku kerjakan. Jadi ketika air-air itu keluar melalui pori-pori kulit, kupikir aku masih waras dan normal.

Serangga-serangga penggerek mulai terbangun dari hibernasinya, bernyanyi mendendangkan lagu menyambut musim panas. Kodok? Entahlah. Mungkin sekaranglah gilirannya tidur, menanti datangnya hujan berikutnya.

Meskipun kemarin malam dan sekarang sempat berangin dan turun hujan, namun masih saja belum cukup mengusir suhu panas yang mengumpul di ujung kaki. Panas membuat semut-semut terlalu aktif! Kupikir, malam ini aku tidak akan tidur nyenyak! Uh!

Waktu berlalu. Dan ketika tersadar aku tidak tahu dimana aku sekarang. Apakah lagi-lagi aku tertinggal? Aku terlalu sibuk memikirkan diriku, atau justru sebenarnya aku tidak memikirkan apa pun? Pikiranku bekerja tanpa aku benar-benar menyadarinya, hingga tanpa sadar aku menutup pintu hatiku satu persatu.

Yang kuingat, sejak Oktober lalu aku terlalu sibuk membuat blog, membangunnya hingga Februari lalu dan akhirnya diblok Google. Kemudian aku kembali ke ketidakwarasanku—menonton drama dan film seharian, bermain game hingga sore menjelang, ketika tersadar, kurasa minusku bertambah dan satu hari lagi telah berlalu untukku.

Aku tidak bisa mengatur pikiranku, tidak bisa mengontrol hatiku. Mungkin ketika tujuanku menghilang (bukankah aku sudah bilang jika aku telah melepasnya berbulan-bulan yang lalu, oh mungkin baru sebulan lebih) aku tidak bisa melihat masa depan, jadi kujalani saja apa yang aku inginkan sekarang.

Aku menjauh, dan tanpa sadar aku menjadi seorang ansos kah?

Lalu apa peduliku?

Masing-masing dari mereka telah punya dunia baru, teman baru, pendamping baru dan keluarga baru yang lebih intensitas nyambung karena jangkauan yang lebih dekat. Lalu aku? Oh, sudahlah. Aku tak akan membahasnya. Aku cukup nyaman dengan zona amanku yang sekarang, dan aku (benar-benar) tidak membutuhkan apa pun.

Tersisihkan, disisihkan dan menyisihkan adalah tiga hal yang berbeda. Pada mulanya mungkin aku menyisihkan diriku, dari jangkauan gravitasi-gravitasi yang mungkin menarikku dan (mungkin) akan membuatku tidak bisa bertahan. Namun kini yang aku sadari,  aku menjadi tersisih dan disisihkan oleh waktu. Dan ketika sepertinya semua telah terlambat, hanya tertinggal aku.

14.04.02

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s