Butuh Pikiran yang Kosong

Terkadang mengosongkan pikiran itu jauh lebih sulit ketimbang memikirkan bagaimana seharusnya sebuah masalah-masalah itu bisa segera terselesaikan. Rasanya begitu penuh, hingga tak ada lagi ruang kosong yang bisa digunakan terdiam barang sejenak. Dan rasanya justru seperti aku tidak bisa melakukan apa pun. Tubuhku tidak bergerak sesuai yang aku inginkan.

Suhu tubuhku mengingkat tanpa sesuai dengan suhu udara. Sedang suhu kakiku semakin menurun seiring peningkatan suhu tubuh atasku. Begitu lebih dari sedetik memejamkan mata, palu seperti memukul-mukul tempurung kepalaku.

Sejenak saja, aku hanya ingin mengosongkan pikiranku. Memilah, mana yang seharusnya menjadi prioritas yang diutamakan. Namun suara-suara memenuhi kepalaku. Hingga rasanya jika bisa aku ingin melepasnya saja lalu membantingnya.

Aku benar-benar butuh ketenangan, atau mungkin sedikit pengalih perhatian. Atau seseorang yang mungkin bisa menarik isi kepalaku keluar.

June, 23rd

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s