Cangkang!

Bicara seolah-olah sudah merasa yang paling bijak dan paling benar. Padahal apa? Mata masih saja tertutup.

Bicara seolah-olah semua tindakan, semua perlakuan itu sudah yang paling adil. Padahal apa? Hati saja belum bisa menentukan ini benar itu salah!

Ada yang salah dengan keluarga ini. Tampak normal dan harmonis, namun itu cuma cangkang siput yang selalu dibawa kesana-sini untuk menutupi tubuh yang berlendir.

Ah, kalau aku yang tereliminasi pasti semua bakal bersuka cita. Tak ada beban. Tidak ada lagi yang bakal mengkritik dimana yang namanya keadilan.

Bodoh. Bodoh.

Seandainya saja Ryuk menjatuhkan bukunya, dengan senang hati akan kutulis namaku di situ. Bukankah serangan jantung dalam 40 detik yang menyakitkan lebih terdengar menyenangkan? Daripada 20 tahun hidup dan terus-terusan dibilang egois yang tidak pada tempatnya.

Sejujurnya, disini siapa yang tolol dan idiot?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s