Ibu?

Ibu itu—siapa ibu?

Oh—teruntukku, ibu itu asing. Yang memiliki dua wajah. Yang suka mengumbar rahasia anak dengan tetangga atau keluarga. Yang tidak pernah mengerti—bagaimana anaknya (aku) tumbuh dan dewasa. Yang tidak pernah mencari tahu, bagaimana sebenarnya jalan pikiran dan jiwa anaknya (aku). Yang tidak pernah membawa anaknya (aku) ke seorang psikiater karena penyimpangan kepribadiannya. Yang menghalangi masa depan (aku) anaknya. Yang hanya menyuruh dan memerintah—tanpa pernah berusaha memahami anaknya. Yang hanya memenuhi tanpa bertanya bagaimana. Yang tidak pernah mengerti apa arti diamku, marahku, atau tangisku.

—yang telah membuat hatiku kebas, dan menjalani apa itu mati rasa.

Seharusnya, aku mencabik-cabik saja hatiku..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s