Desember, Selamat Datang!

Senja,
Mendung kemudian hujan
Berulang-ulang
Desember berjalan
Lalu, sampai dimanakah kita sekarang?

Dingin mengembun di kaca jendela sebelah, memburamkan
Meski salju tak pernah turun, kenapa hadirmu menyesakkan?
Membekukan, bahkan sampai ke inti tulang
Mematikan sel saraf, hingga tak sadar waktu berlari meninggalkan

Kau berjalan, aku terdiam
Kau berlari, aku pun terdiam
—bukan, bukan berarti aku tak ingin mengejarmu
Sebuah tali mengikatku, oh bukan—itu rantai baja!
Atau, itu hanya alasan untuk sebuah kemalasan?

Aku tak ingin mengejarmu
Aku juga selalu mencoba tak lagi menunggumu—berbalik kemudian menggenggamku
Aku hanya ingin berhenti di titik ini—sekarang

Aku takut,
Semoga aku tak keluar dari jalan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s