Mengapa Pada Akhirnya Kau Hadir Kembali?

Hari ini… di pagi menjelang subuh, kau tiba-tiba hadir kedalam mimpiku. Menyusup kedalam imajinasi terliarku. Membuatku enggan untuk sekedar membuka mataku sejenak, dan kembali ke dalam kesadaranku.

Kau hadir, di saat mimpi itu menjelang akhir. Di saat aku seharusnya tidak memimpikan hal-hal seperti itu, kau tiba-tiba datang dihadapanku–mengingatkanku–dan membawaku dalam genggamanmu. Membawaku kedalam hangat punggungmu. Membawaku, ke tempat yang kau bilang sebagai tempat yang lebih baik.

Selama aku mengenalmu, aku bisa menghitung dengan jari seberapa kali aku memimpikanmu. Aku bisa menghitung seberapa banyak kau hadir kedalam imajinasiku. Sedikit. Ya, memang hanya sedikit. Namun kau terasa benar-benar begitu nyata di sana. Aku bukan mengimajinasikan bayangmu, namun sosok dirimu hadir di sana.

Mengapa? Setelah berbulan-bulan yang lalu terakhir kali kau datang ke mimpiku. Setelah terakhir kali kau hadir dan mengatakan untuk mengakhiri ikatan kita. Lalu sekarang apa?

Aku–selalu berusaha untuk tidak mengingatmu ataupun melupakanmu. Aku–hanya membiarkan waktu terus saja berjalan dan meninggalkanku. Berharap suatu saat kau mungkin saja akan berbalik dan melihatku, atau–mungkin kau akan terus saja berjalan dan menjauh hingga akhirnya aku tak lagi bisa menjangkaumu.

10.24.2k12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s