Imajiner “Kita”

Kita,
Berdiri di bawah langit yang sama namun tanah yang terpijak tak sama.
Kita,
Disinari oleh bintang yang sama namun udara yang terhirup tak tentu sama.
Kita,
Terikat oleh dua suku kata namun itu hanyalah imajiner belaka.
Aku. Kamu.
Bisakah menyatu menjadi kata “Kita”?
Jika tanpa adanya takdir penghubung yang menyatukan, sepertinya aku akan tetap menjadi “Aku”, kamu tetap menjadi “Kamu”
dan “Kita” hanya akan menjadi imajinasiku saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s