Jika Kau Hanya Sekedar Mimpi #1

September.
Oktober.
November.
Tiga bulan telah berlalu dengan pasti. Saat aku hampir berhasil berusaha sekuat tenaga mensugestikan apa yang aku lihat dan aku yakini selama ini–tentang keberadaanmu–hanyalah sebuah ilusi, dan mungkin kau hanyalah sebuah hasil dari imajinasi terliarku, saat itu kau justru hadir kembali dalam kehidupanku yang membosankan ini.
Wajahmu. Suaramu. Penampilanmu. Sifatmu. Semua mirip dengan dia–yang selalu memenuhi pikiranku, tapi kau bukan dia! Dia telah pergi meninggalkanku! Pria brengsek yang setengah mati kucintai itu telah membohongiku. Meninggalkanku dengan sejuta janji yang tidak pernah bisa dia tepati. Meninggalkanku dengan lubang besar di dadaku–yang lukanya terus saja basah mengeluarkan darah hingga detik ini. Meninggalkan rasa nyeri yang berdenyut-denyut dan selalu membuatku sesak walau hanya untuk sejenak.
Siapakah sebenarnya kau? Aku mohon, jangan pernah mencoba memasuki kehidupanku. Aku mohon, cukup dia yang meninggalkan luka di hatiku. Aku mohon, menjauhlah dari pandanganku. Karena aku telah lama mati. Tak ada kehidupan lagi di dalam sini. Sejak dia membawa hatiku pergi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s