Ah, apa lagi ini?

Berharap ini kali terakhirnya mataku terjaga. Memejamkan mata dan tak akan pernah terbuka untuk melihat matahari menggantikan sang ratu malam.

Bukan. Aku masih tidak ingin mati. Belum. Aku hanya merasa lelah, sangat lelah. Untuk menatap punggungmu, punggung mereka, yang berjalan semakin jauh, yang tak terjangkau oleh mataku yang telah rabun.

Aku lelah mengontrol tubuhku. Bahkan, kini tanganku tak lagi selalu mematuhiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s