Aku. Gelang. Kau.

Rasanya aku masih saja seperti orang bodoh. (haha, sudah berapa kali aku mengatakannya?) Menganggap sebuah gelang murahan sebagai satu-satunya penghubung antara kau dan aku. Satu-satunya hal yang aku pertahankan hingga detik ini. Pengikatku dengan dirimu.

Entah mengapa aku belum juga melepasnya barang sekalipun, juga sepertinya aku tidak berniat untuk melepasnya.

Aku benar-benar masih seperti orang gila. Tersenyum sendiri saat mengingat sesuatu tentang dirimu. Merasa begitu sakit saat bahwa ternyata kau telah mengabaikanku.

Harusnya aku bisa keluar. Move on. Tapi nyatanya aku tetap berada lingkaran yang sama.

Meskipun waktu terus berputar mengelilingiku, tetap saja aku tak bergerak berputar mengikuti waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s